Minggu, 04 Juni 2023

Event Indoprima bersama Adella | VENDOR VIDEOTRON SURABAYA

Kamis, 01 Juni 2023

Hari Lahir Pancasila: Sejarah dan Maknanya



Dalam sidang kedua  BPUPKI, Soekarno dalam pidatonya yang bertajuk “Lahirnya Pancasila” berkesempatan menyampaikan gagasannya mengenai konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia tepatnya pada 1 Juni 1945. Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan "Lahirnya Pancasila" oleh mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPKI.

 

Dalam pidatonya Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamai “Pancasila”. Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas. Pada saat itu Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yakni Sila pertama “Kebangsaan”, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan yang Maha Esa”.

 

Untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut, maka Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai panitia Sembilan. Berisi Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr. AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.

 

Setelah melalui beberapa proses persidangan, Pancasila akhirnya dapat disahkan pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Pada sidang tersebut, disetujui bahwa Pancasila dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah.

 

Itulah sekilas sejarah Hari Lahir Pancasila yang perlu untuk kita ingat. Tapi tidak hanya untuk diingat sajaHari Lahir Pancasila juga merupakan momen untuk mengenang, menghormati, sekaligus menghargai perjuangan pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara Indonesia. Kita sebagai generasi penerus bangsa harus dapat dapat memaknai Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai landasan  berkeperilaku dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, dan pandangan hidup bangsa yang digali dan ditetapkan oleh pendiri bangsa merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia.

 

Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa. Dengan lahirnya lima sila tersebut, Pancasila dapat menyatukan masyarakat dengan segala perbedaan yang ada.

 

Pengamalan nilai-nilai Pancasila merupakan perwujudan rasa cinta kepada Tanah Air sehingga dapat membangun bangsa dan negara yang lebih baik. Nilai-nilai Pancasila dapat diamalkan dalam bentuk sederhana, seperti saling menghargai, bekerja sama, dan saling menghormati.

 

Berkat Pancasila dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah penuntun keberagaman yang dapat dirajut menjadi identitas nasional Bhinneka Tunggal Ika.

Sewa Sound System di Surabaya | Sound Minimalis

 

SEWA SOUND MURAH SURABAYA

SEWA SOUND ACARA KAMPUS SEKOLAH

Kebutuhan sound system dapat bervariasi tergantung pada tujuan penggunaannya. Berikut ini adalah beberapa komponen yang umumnya dibutuhkan dalam sebuah sound system:

  1. Pengeras suara (Speaker): Speaker adalah komponen yang paling penting dalam sebuah sound system. Mereka mengubah sinyal audio menjadi suara yang terdengar. Speaker tersedia dalam berbagai ukuran, jenis, dan kekuatan keluaran suara (watt).
  2. Penguat suara (Amplifier): Amplifier digunakan untuk meningkatkan kekuatan sinyal audio sebelum diumpankan ke speaker. Penguat suara memainkan peran penting dalam menghasilkan suara yang jernih dan kuat. Amplifier juga tersedia dalam berbagai tipe dan kekuatan keluaran.
  3. Mixer audio: Mixer audio digunakan untuk mengatur dan menggabungkan berbagai sumber suara. Dengan menggunakan mixer, Anda dapat mengatur volume, melakukan pengaturan EQ (equalizer), mengontrol efek audio, dan menggabungkan beberapa sumber suara seperti mikrofon, instrumen musik, dan perangkat audio lainnya.
  4. Mikrofon: Mikrofon digunakan untuk merekam suara dan mengubahnya menjadi sinyal audio. Mikrofon tersedia dalam berbagai jenis, seperti mikrofon nirkabel (wireless) dan mikrofon dengan kabel (wired). Jenis mikrofon yang digunakan tergantung pada kebutuhan spesifik.
  5. Kabel dan konektor: Kabel audio digunakan untuk menghubungkan berbagai komponen sound system, seperti speaker, penguat suara, mixer, dan mikrofon. Kabel dan konektor yang berkualitas baik sangat penting untuk menjaga kualitas suara yang optimal.
  6. Sumber audio: Sumber audio bisa berupa perangkat pemutar musik seperti pemutar CD, pemutar MP3, atau perangkat digital lainnya. Juga bisa berupa instrumen musik, laptop, atau perangkat audio lainnya yang menghasilkan sinyal audio.
Perlengkapan pendukung: Selain komponen utama di atas, ada beberapa perlengkapan pendukung yang juga bisa dibutuhkan, seperti steker listrik, stative (penggantung), perlengkapan pengaman (misalnya, kabel pengunci), dan perlengkapan pengatur suara tambahan seperti equalizer grafis atau prosesor efek suara.

Pastikan untuk mempertimbangkan kebutuhan dan tujuan spesifik Anda saat memilih komponen sound system. Penting untuk memperhatikan kualitas dan kompatibilitas komponen agar Anda dapat mencapai kualitas suara yang diinginkan.